Emmaus Center

Latar Belakang Emmaus Center
Emmaus Center adalah pusat pembinaan dan pelatihan yang dibuka oleh Sekolah Tinggi Teologi Amanat Agung (STTAA) dan dikhususkan untuk membantu para rohaniwan, pengurus dan aktivis di gereja-gereja Tuhan agar dapat melayani dengan lebih kreatif, efektif dan inovatif. Modul-modul yang ditawarkan dalam kelas-kelas atau pelatihan-pelatihan sangat relevan dengan konteks dan kebutuhan gereja-gereja Tuhan di Indonesia di era Pascamodern ini. Dalam proses belajar, para peserta akan mengikuti beberapa lokakarya (workshop) untuk mendalami materi kelas yang tengah berlangsung.

Pernyataan Misi
Memajukan pelayanan kristiani melalui konsep dan penataan yang kreatif dan inovatif bagi generasi-pemimpin harapan gereja.

Tujuan Pendidikan dan Pelatihan
Modul-modul yang ditawarkan Emmaus Center dirancang untuk melengkapi para pelayan Tuhan secara integral dalam:

  1. Pengetahuan: mengenal dan mamahami dasar-dasar iman Kristen secara alkitabiah dan teologis sebagai pengantar bagi pengembangan pelayanan kristiani dalam konteks Pascamodern.
  2. Kerohanian: membentuk spiritualitas dan karakter kristiani sebagai penopang pelayanan.
  3. Keterampilan: menemukan dan mengasah keterampilan serta karunia rohani untuk mengembangkan pelayanan secara kreatif dan penuh antusias dalam konteks Pascamodern

Jadwal Emmaus Center

Di paruh kedua tahun 2020, Emmaus Center mengadakan webinar Seri Teologi Kristen, khususnya Doktrin Gereja, melalui Zoom, dengan topik-topik berikut ini:

23 Juli: Gereja, Misi, dan Kerajaan Allah oleh GI. Fandy Tanujaya, B.Bus., Th.M.
Misi seringkali dianggap hanya sebagai salah satu aktivitas di dalam gereja dan sekadar salah satu kegiatan di antara banyaknya program gereja. Padahal, misi sejatinya adalah DNA yang membentuk esensi gereja Tuhan. Bagaimana gereja berpartisipasi di dalam misi Allah Tritunggal untuk menghadirkan kerajaan-Nya di muka bumi?
Unduh materi GI. Fandy Tanujaya, B.Bus.,Th.M.: Gereja, Misi, dan Kerajaan Allah

30 Juli: Gereja dan Sakramen Perjamuan Kudus oleh Pdt. Andreas Himawan, D.Th.
Dalam perjamuan terakhir, Tuhan Yesus berkata, “Inilah tubuh-Ku,” “Inilah darah-Ku.” Apa maknanya? Ketika kita menikmati roti dan anggur, apakah kita hanya sekadar mengenang Yesus atau kita sungguh-sungguh berpartisipasi dalam tubuh Yesus? Mengapa anak-anak tidak diikutsertakan? Saat ini gereja sudah berbulan-bulan tidak melakukan Perjamuan Kudus, apakah itu tidak melanggar perintah Tuhan Yesus? Kalau harus dilakukan juga di tengah pandemi, cara apakah yang paling tepat untuk melayankan Perjamuan Kudus?
Unduh materi Pdt. Andreas Himawan, D.Th.: Gereja dan Sakramen Perjamuan Kudus

6 Agustus: Gereja dalam Konteks Multikultural oleh Pdt. Irwan Hidajat, S.Th., M.Pd. 
Gereja bukan saja terdiri dari anggota-anggota yang berbeda, tetapi juga ditempatkan dan diutus oleh Tuhan ke tengah dunia yang dihuni oleh orang-orang dengan beragam iman, suku, bahasa, dan budaya. Siapkah gereja menerima, menghargai, dan hidup dalam realita perbedaan ini, baik yang terdapat di dalam tubuh gereja sendiri, maupun di tengah konteks di mana ia hadir? Bagaimana gereja harus menyikapi perbedaan dan keragaman? Apakah praktik diskriminasi, intoleransi, dan kekerasan juga merupakan bagian dari wajah gereja Tuhan? Mampukah gereja, yang sesungguhnya adalah "orang asing" yang telah mengalami "keramahan" illahi, menyambut yang berbeda dengan sikap hospitalitas yang penuh ketulusan?
Unduh materi Pdt. Irwan Hidajat, S.Th.,M.Pd.: Gereja dalam Konteks Multikultural

13 Agustus: Gereja dan Perempuan oleh GI. Casthelia Kartika, D.Th.
Pandangan umum bahwa perempuan adalah warga kelas dua dalam tatanan masyarakat tidak mudah dihapus begitu saja karena selama ini budaya tertentu mengasumsikan demikian dan tradisi meneguhkannya. Dalam berbagai pemahaman yang bias tentang perempuan, Gereja bahkan sering kali tidak dapat memberikan konfirmasi yang jelas tentang bagaimana seharusnya perempuan dengan identitas gender-nya diperlakukan, baik dalam peran maupun posisinya dalam kepemimpinan. Berdasarkan apa yang Alkitab katakan, bagaimana seharusnya Gereja membangun pemahaman dan sikap terhadap perempuan? Belajar dari sejarah dan tradisi Kristen, apa sebenarnya kekuatan perempuan dalam kontribusinya terhadap kemajuan dan pelayanan Gereja? Berkaca pada berbagai pandangan, bagaimana Gereja menyikapi kepemimpinan dan ordinasi perempuan? Apakah yang sesungguhnya dapat dilakukan perempuan dalam memenuhi harapan eklesiastikal Gereja?
Unduh materi GI. Casthelia Kartika, D.Th.: Gereja dan Perempuan

Untuk pendaftaran, kunjungi Laman Pendaftaran Emmaus Center 


Cetak  

Berita Terbaru

Ibadah Syukur Dies Natalis ke-23 Ibadah Syukur Dies Natalis ke-23 Puji Tuhan atas terselenggaranya Ibadah Syukur Dies Natalis ke-23 STT Amanat Agung Jumat, 25 September 2020. Ibadah yang dilakukan...
Kebaktian Pembukaan Semester Ganjil Tahun Akademik 2020-2021 Kebaktian Pembukaan Semester Ganjil Tahun Akademik 2020-2021 Pada hari Jumat, 28 Agustus 2020 telah dilangsungkan Kebaktian Pembukaan Semester Ganjil Tahun Akademik 2020-2021 yang dipimpin...
Masa Orientasi Mahasiswa (MOM) 2020 Masa Orientasi Mahasiswa (MOM) 2020 Pada tanggal 26-27 Agustus 2020, STT Amanat Agung mengadakan kegiatan Masa Orientasi Mahasiswa (MOM) dengan tema “My Precious...
STTAA Peduli Sesama STTAA Peduli Sesama STTAA Peduli Sesama merupakan suatu kegerakan yang dilakukan oleh komunitas STT Amanat Agung sebagai bentuk respons pastoral dan...
Penutupan Semester Genap Tahun Akademik 2019-2020 Penutupan Semester Genap Tahun Akademik 2019-2020 Pada hari Jumat, 15 Mei 2020, Sivitas Akademika STT Amanat Agung telah melaksanakan Penutupan Semester Genap Tahun Akademik 2019-2020...
Persekutuan Pascasarjana 2 Maret 2020 Persekutuan Pascasarjana 2 Maret 2020 Pascasarjana STT Amanat Agung mengadakan persekutuan pada tanggal 2 Maret 2020. Persekutuan diawali dengan ramah tamah, dilanjutkan...
Kuliah Umum 14 Februari 2020 Kuliah Umum 14 Februari 2020 Kuliah umum dengan tema "Spiritualitas Pastoral" telah dilaksanakan pada hari Jumat, 14 Februari 2020. Dalam Kuliah Umum ini Pdt....