Peraturan Studi - Magister Teologi (M.Th.)

Syarat Penerimaan

1. Calon mahasiswa yang mendaftar harus memiliki gelar sekurang-kurangnya Sarjana Teologi (S.Th) atau Magister Divinitas (M. Div) dengan IPK minimal 2.75. Calon mahasiswa harus melampirkan salinan ijazah dan transkrip nilai dari studi sebelumnya. Transkrip nilai asli harus dikirim langsung oleh sekolah teologi di mana calon mahasiswa menempuh pendidikan sebelumnya.
2. Calon mahasiswaharus memiliki pengalaman pelayanan di gereja atau lembaga Kristen lainnya minimal 2 tahun. Jikalau masih melayani di gereja atau lembaga Kristen, maka calon mahasiswa harus mendapatkan surat keterangan atau rekomendasi dari gereja atau lembaga yang dilayaninya untuk melanjutkan studi.
3. Calon mahasiswa harus menyerahkan suatu karya tulis akademis minimal 15 halaman untuk dinilai kemampuan akademisnya dan juga mengikuti wawancara. Calon mahasiswa yang merupakan alumni STT Amanat Agung tidak diwajibkan untuk menyerahkan karya tulis akademis tersebut, tetapi tetap harus mengikuti proses wawancara.
4. Calon mahasiwa harus mengikuti ujian bahasa Inggris yang diatur oleh pihak sekolah atau memiliki nilai TOEFL yang masih berlaku (paling lama 2 (dua) tahun dari waktu ujian TOEFL yang diikuti) dengan nilai minimal 450.
5. Calon mahasiswa harus mengisi formulir pendaftaran, membayar biaya pendaftaran, serta menyerahkan berbagai kelengkapan administrasi pendaftaran yang diminta. Berbagai kelengkapan administrasi pendaftaran yang harus diserahkan adalah:

  • Fotocopy KTP. Untuk pendaftar dari luar negeri, melampirkan 2 halaman pertama dari passport.
  • Pasfoto berwarna 3X4 sebanyak 3 lembar.
  • Fotocopy ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisir dari pendidikan terakhir di Universitas dan/atau STT sebelumnya.
  • Pernyataan pribadi tentang alasan mengapa mendaftar di STT Amanat Agung dan harapan serta maksud studi sehubungan dengan pelayanan Kristen (menggunakan lembar yang telah disediakan oleh STT Amanat Agung).
  • Surat Rekomendasi dari Majelis Gereja, Majelis Sinode atau Lembaga Kristen.
  • Surat Pernyataan Dukungan Finansial selama studi di STT Amanat Agung (menggunakan format STT Amanat Agung).
  • Surat Pernyataan Persetujuan dari Suami/Istri (menggunakan format STT Amanat Agung).
  • Tiga set Formulir Rekomendasi (secara tertutup) yang diisi oleh:
    1. Form A – diisi oleh Hamba Tuhan yang melayani di gereja/lembaga Kristen yang sama dengan calon mahasiswa, dan telah mengenal calon mahasiswa selama minimal 3 tahun.
    2. Form B – diisi oleh Teman atau sahabat, di luar keluarga atau kerabat, yang telah mengenal calon mahasiswa selama minimal 3 tahun.
    3. Form C – diisi oleh Mantan Dosen yang telah mengenal kemampuan akademis calon mahasiswa.

6. Mahasiswa yang diterima diwajibkan mengikuti Orientasi Studi yang diselenggarakan sesuai dengan waktu dan tujuan yang ditentukan oleh STT Amanat Agung.

Sistem Penyelenggaraan Akademik

Program Magister Teologi dirancang terpadu untuk dapat diselesaikan dalam rentang waktu antara 2 (dua) tahun (4 semester) sampai 4 (empat) tahun (8 semester), termasuk penyusunan tesis.Jumlah SKS yang harus diselesaikan adalah 50 SKS. Secara umum proses pembelajaran dilakukan dalam bentuk kuliah tatap muka, studi mandiri dan penulisan tesis.

Pada tahap pertama para mahasiswa harus menyelesaikan 28 SKS dalam bentuk kuliah tatap muka yang dilaksanakan secara reguler atau secara intensif.Kuliah bisa juga diberikan dalam bentuk studi mandiri dengan dibimbing seorang dosen. Adapun pembagian bidang-bidang mata kuliah yang harus diselesaikan adalah sebagai berikut:

  1. Mata Kuliah Inti (12 SKS)
    • Ekoteologi (4 SKS)
    • Tubuh dan Seksualitas (4 SKS)
    • Gereja dan Politik (4 SKS)
    • Paulus dan Khotbah (4 SKS)
    • Keluarga dan Pelayanan dalam Konteks Multikultural  (4 SKS)
  2. Mata kuliah Konsentrasi (16 SKS)
    • Konsentrasi I (4 SKS)
    • Konsentrasi II (4 SKS)
    • Konsentrasi III (4 SKS)
    • Konsentrasi IV (4 SKS)
  3. Beberapa peraturan yang berkaitan dengan kegiatan akademik pada studi tahap pertama ini adalah sebagai berikut:
    1. Sesuai dengan hakekat Sistem Kredit Semester (SKS), setiap mahasiswa melakukan registrasi hanya untuk satu semester.
    2. Pada setiap awal semester yang hendak diikuti, setiap mahasiswa harus mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) rangkap dua pada tanggal yang ditetapkan. Setiap mahasiswa, kecuali mahasiswa baru, menerima Kartu Hasil Studi (KHS) pada waktu pengisian KRS. Pengisian KRS harus ditindaklanjuti dengan pembayaran biaya studi semester baru. Jikalau mahasiswa tidak memenuhi kewajiban pembayaran biaya studi sesuai dengan waktu yang disepakati, maka mahasiswa yang bersangkutan tidak diijinkan untuk mengikuti perkuliahan pada semester tersebut.
    3. Mahasiswa diberi waktu dalam dua minggu pertama perkuliahan di setiap semester untuk menambah atau membatalkan mata kuliah. Setelah batas waktu dua minggu tersebut, maka penambahan dan pembatalan tidak diijinkan.
    4. Mahasiswa diharapkan untuk memenuhi semua tuntutan mata kuliah yang diambil (kehadiran, tugas-tugas, ujian).
    5. Mahasiswa harus hadir pada waktu kuliah tatap muka sekurang-kurangnya 75% dari jumlah jam kuliah dalam satu semester. Jikalau absensi melampaui 75% maka mahasiswa dinyatakan gagal dalam mata kuliah tersebut.
    6. Mata kuliah yang diadakan dalam bentuk studi mandiri dibimbing oleh dosen yang ditetapkan. Dosen pembimbing dan mahasiswa menyusun dan menyepakati rancangan mata kuliah studi mandiri tersebut.Setiap studi mandiri mencakup minimal 2 (dua) Laporan Buku dan 1 (satu)makalah.
    7. Setiap tugas yang diserahkan dua minggu setelah batas waktu yang ditentukan tidak akan diterima. Tugas tersebut akan dianggap gagal dan mahasiswa diharuskan mengulang keseluruhan mata kuliah tersebut. Jikalau tugas diserahkan terlambat tetapi masih dalam 2 (dua) minggu yang diijinkan setelah batas waktu, tugas tersebut akan mendapatkan pemotongan nilai.
    8. Nilai minimal untuk kelulusan setiap mata kuliah adalah B. Mata kuliah yang mendapat nilai di bawah B harus diulang. Mahasiswa hanya diijinkan untuk mendapatkan nilai di bawah B sebanyak-banyaknya dalam 2 (dua) mata kuliah. Jikalau lebih dari 2 (dua) mata kuliah, maka mahasiswa dinyatakan gagal.
  4. Pada tahap kedua, setelah menyelesaikan perkuliahan 28 SKS, para mahasiswa juga diwajibkan untuk menulis tesis.Tesis yang ditulis memiliki bobot 8 SKS. Proses penelitian dan penulisan tesis didahului dengan pengajuan topik yang kemudian ditindak-lanjuti dengan pengajuan proposal tesis oleh mahasiswa kepada dosen pembimbing. Setelah Proposal Tesis mendapat persetujuan dari dosen pembimbing, akan diadakan Ujian Proposal Tesis.

    Beberapa peraturan mengenai Ujian Proposal Tesis adalah sebagai berikut:
    1. Waktu Ujian Proposal Tesis ditetapkan oleh Bagian Akademik Pascasarjana setelah berkonsultasi dengan dosen pembimbing dan mahasiswa yang bersangkutan.
    2. Ujian Proposal Tesis akan dihadiri oleh tiga orang dosen dari tim Pascasarjana yang telah ditetapkan, termasuk dosen pembimbing proposal dan mahasiswa yang mengajukan proposal.
    3. Ujian Proposal Tesis dipimpin oleh dosen pembimbing proposal. Dua dosen yang lain berperan sebagai penanggap.
    4. Pada awal Ujian Proposal Tesis, mahasiwa yang bersangkutan dipersilahkan untuk mempresentasikan ringkasan Proposal Tesisnya kepada 3 (tiga) orang dosen tersebut selama 5 – 10 menit.
    5. Dalam pembahasan Proposal Tesis, harus jelas arah penelitian yang akan dilakukan oleh mahasiswa.
    6. Dalam pembahasan, dosen pembimbing meminta tanggapan dan masukan berupa pertanyaan, kritik dan saran dari 2 (dua) dosen yang berperan sebagai penguji.
    7. Mahasiswa harus mempertanggungjawabkan isi proposal tesisnya dengan merespons tanggapan dan masukan yang diterimanya.
    8. Di akhir ujian, para penguji harus melakukan percakapan tertutup untuk memutuskan apakah Proposal Tesis mahasiswa yang bersangkutan diterima atau ditolak dan apakah mahasiswa tersebut perlu memperbaiki proposalnya.
    9. Setelah Proposal Tesis dinyatakan diterima, mahasiswa yang bersangkutan diperbolehkan memulai penulisan tesis.
    10. Jika Proposal Tesis dinilai kurang memenuhi syarat, mahasiswa yang bersangkutan diminta untuk memperbaiki lagi Proposalnya selama 2 (dua) minggu.
    11. Sesudah dilakukan perbaikan berdasarkan usul dan saran dari para dosen, Proposal Tesis yang sudah diperbaiki itu diberikan kepada para dosen penguji untuk dibaca kembali selama 1 (satu) minggu.
    12. Waktu ujian berikutnya ditentukan bersama oleh para dosen pembaca dan mahasiswa yang bersangkutan.
    13. Jika proposal yang sudah diperbaiki itu masih tetap di nilai belum memenuhi syarat maka mahasiswa diberikan kesempatan terakhir untuk memperbaiki Proposal Tesisnya selama 2 (dua) minggu.
    14. Proposal Tesis yang sudah diperbaiki itu diberikan kepada dosen pembimbing dan 2 (dua) dosen pembaca untuk dibaca kembali selama 1 (satu) minggu dan diujikan.
    15. Jika Proposal yang sudah diperbaiki itu masih belum memenuhi syarat maka mahasiswa dinyatakan gagal dan harus mengganti topik jikalau tenggat waktu masih memungkinkan.
  5. Beberapa peraturan mengenai penulisan Tesis adalah sebagai berikut:
    1. Mahasiswa diperbolehkan untuk mulai menulis Tesis setelah dinyatakan lulus dalam Ujian Proposal Tesis.
    2. Topik Tesis dibuat berpedoman pada hasil penilaian dan perbaikan dari Ujian Proposal Tesis. Tesis harus membuktikan kompetensi ilmiah dan ketrampilan meneliti.
    3. Seorang dosen pembimbing Tesis ditetapkan untuk memberikan bimbingan dan arahan pada mahasiswa. Mahasiswa diwajibkan mengadakan pertemuan bimbingan secara berkala dan teratur sesuai dengan kesepakatan yang dibuat antara dosen pembimbing dan mahasiswa. Dosen pembimbing juga berperan sebagai penguji.
    4. Dua dosen lain, baik dosen tetap atau dosen tidak tetap, ditunjuk sebagai penguji.
    5. Tidak menutup kemungkinan bahwa mahasiswa diminta untuk memperbaiki Tesis sesuai saran dan koreksi dari pembaca kedua.
    6. Tesis dinyatakan lulus jikalau penguji bersepakat bahwa Tesis tersebut layak untuk diluluskan.
    7. Nilai Tesis ditentukan berdasarkan penilaian yang diberikan oleh tim penguji.
    8. Dalam memberikan penilaian untuk kualitas Tesis, para pembaca akan melihat beberapa hal di bawah ini:
      1. Kecakapan dalam menyusun argumen yang jelas.
      2. Pengetahuan umum yang baik mengenai area yang berkaitan dengan topik tesis tsb.
      3. Pemahaman yang kritis terhadap tulisan-tulisan mengenai topik yang dipilih.
      4. Kemampuan analisa yang tajam.
      5. Teknis penulisan yang baik dengan mengikuti format yang ditetapkan.
    9. Format Tesis harus sesuai dengan Pedoman Penulisan yang ditetapkan oleh STTAmanat Agung dan juga mengacu pada Kate L. Turabian, A Manual for Writers of Term Papers, Theses, and Dissertation, 7th Edition (Chicago: The University of Chicago Press, 2007).
    10. Tesis yang sudah selesai diserahkan ke bagian akademik program pascasarjana sebanyak 3 (tiga) eksemplar. Tesis harus diserahkan paling lambat 1 (satu) bulan sebelum batas akhir studi.
Cuti Akademik

1. Mahasiswa dapat mengajukan permohonan cuti studi tidak mengikuti kegiatan akademik maksimal 2 (dua) semester selama masa studi. Cuti harus diambil per semester.
2. Mahasiswa diizinkan mengambil cuti apabila yang bersangkutan telah menjalani minimal 2 (dua) semester kecuali ada alasan yang kuat dan sah.
3. Permohonan cuti harus disertai dengan alasan yang jelas dan penting seperti sakit yang menghalangi kuliah, masalah keluarga atau pribadi, masalah keuangan, dan alasan lain yang sejenis.
4. Permohonan cuti diajukan secara tertulis oleh mahasiswa yang bersangkutan kepada Kaprodi dengan ditembuskan kepada Direktur Program Pasca-Sarjana. Keputusan keabsahan terhadap permohonan cuti akademik yang diajukan mahasiswa diambil dalam rapat tim program pascasarjana.
5. Permohonan cuti diajukan pada permulaan semester.
6. Mahasiswa yang mengambil cuti ketika perkuliahan telah berlangsung sebanyak lebih dari 2 (dua) kali pertemuan, akan dianggap gagal (dan mendapat nilai E) dalam semua mata kuliah yang diambil pada semester tersebut kecuali ada pertimbangan-pertimbangan khusus atau alasan yang sangat kuat dan sah.
7. Mahasiswa diharuskan membayar biaya perpanjangan (continuation fee) untuk mempertahankan status kemahasiswaannya.
8. Mahasiswa yang tidak mengajukan permohonan cuti secara tertulis dan/atau tidak membayar biaya perpanjangan (continuation fee) dianggap mengundurkan diri sebagai mahasiswa STT Amanat Agung.
9. Waktu cuti akademik tetap diperhitungkan dalam penentuan batas waktu studi kecuali karena pertimbangan khusus yang diputuskan dalam Rapat Senat STT Amanat Agung.

Putus Kuliah (DO)

1. Pencabutan status kemahasiswaan dilakukan oleh Senat STT Amanat Agung apabila:

  1. Mahasiswa telah melampaui batas toleransi jumlah mata kuliah yang mendapat nilai di bawah B. Batas toleransi yang bisa diberikan adalah tidak lebih dari dua mata kuliah, baik untuk mata kuliah yang sama yang diulang maupun mata kuliah yang berbeda.
  2. Mahasiswa tidak lulus setelah 3 (tiga) kali menempuh Seminar Proposal Tesis.
  3. Mahasiswa tidak mampu menyelesaikan keseluruhan studinya dalam tenggat waktu yang ditentukan.
  4. Mahasiswa melakukan pelanggaran peraturan STT Amanat Agung yang berdasarkan ketentuan yang berlaku dikenakan sanksi pencabutan status kemahasiswaannya.

2. Bila dipandang perlu, pencabutan status kemahasiswaan dilakukan setelah berkonsultasi dengan orang tua, pemberi beasiswa, dan/atau lembaga pengutusnya.
3. Pencabutan status kemahasiswaan ditetapkan dalam keputusan Ketua STT Amanat Agung.
4. Putus kuliah bisa juga dikarenakan pengunduran diri mahasiswa. Mahasiswa yang berencana mengundurkan diri perlu mengajukan surat resmi kepada Kaprodi dengan tembusan pada Direktur Program Pascasarjana dan Ketua STT Amanat Agung. Permohonan pengunduran diri bisa diberikan setelah mahasiswa yang bersangkutan telah menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi.

Sistem Pemberian Nilai

1. Sesuai Peraturan Pokok Studi, nilai diberikan dalam huruf A, B, C, D, dan E (=Gagal) dengan kualitas angka masing-masing 4, 3, 2, 1, dan 0.
2. Berdasarkan pertimbangan faktual atas prestasi mahasiswa, STT Amanat Agung merinci lagi Tata Nilai diatas dan menetapkan Sistem Penilaian Akademik STT Amanat Agung sbb:

Angka Prestasi

Nilai Prestasi

Bobot Prestasi

Predikat

94 - 100 A 4,00

Sangat Memuaskan

90 - 93 A- 3,67
87 - 89 B+ 3,33 Baik
84 - 86 B 3,00
80 - 83 B- 2,67
77 - 79 C+ 2,33 Cukup
74 - 76 C 2,00
70 - 73 C- 1,67
65 - 69 D+ 1,33 Kurang
60 - 64 D 1,00
 ≤ 59 E 0,00 Gagal

3. Prestasi mahasiswa ditentukan dengan Indeks Prestasi (IP) yang dinyatakan dalam bilangan dengan dua angka dibelakang koma. IP dihitung dengan rumus:

  • IP = Σ (K x N)
  •            Σ K
  • dimana

    IP            = Indeks Prestasi
    Σ              = Jumlah keseluruhan
    K             = Jumlah sks mata kuliah yang diambil (didaftarkan)
    N             = Jumlah bobot prestasi

  • IP terdiri dari dua jenis:

    1. IP Semester, yaitu IP hasil kegiatan belajar mengajar selama satu semester. IP Semester dihitung dengan formula diatas.
    2. IP Kumulatif (IPK), yaitu IP yang dihitung sejak sejak awal menjadi mahasiswa sampai akhir studi atau sampai dengan semester yang sedang berlangsung. IPK dihitung dengan fomula diatas dengan ketentuan bahwa nilai yang disertakan adalah nilai terbaik dari setiap mata kuliah yang pernah diambil, kecuali dalam hal pengulangan mata kuliah untuk memperbaiki nilai.

4.Jumlah SKS dan nilai yang diperoleh mahasiswa dari setiap komponen program studi dicatat dalam Rekaman Akademik (Academic Record). Perhitungan atas seluruh nilai inilah yang menentukan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan Yudisium mahasiswa pada akhir masa studi.
5. Mata kuliah yang mendapat nilai di bawah B dianggap gagal dan harus diulang dengan cara mengulang mata kuliah tersebut. Mahasiswa diijinkan untuk mendapatkan nilai di bawah B untuk mata kuliah apa pun maksimal hanya 2 kali. Tidak ada nilai maksimal untuk mata kuliah yang diulang karena gagal.
6. Untuk memperbaiki nilai, mahasiswa dapat mengulang mata kuliah yang sudah diambil. Apabila mahasiswa telah lulus mata kuliah tersebut, maka dalam perhitungan IPK, niali baru mata kuliah yang terakhir menggantikan nilai sebelumnya.
7. Sikap tidak jujur dalam ujian dan karya tulis (misalnya: mencontek dan plagiarism) akan dikenakan sanksi yang berat, baik secara akademik maupun administratif.
8. Jumlah SKS mata kuliah yang diperoleh mahasiswa pindahan dari institusi pendidikan sebelumnya dapat ditransfer berdasarkan ketentuan yang berlaku berdasarkan keputusan Kaprodi dengan ketentuan maksimal SKS yang diterima adalah 16 SKS.
9. Mahasiswa dapat mengajukan permohoanan atau diwajibkan untuk mengikuti mata kuliah tertentu di perguruan tinggi teologi lain atau institusi lain yang diakui oleh STT Amanat Agung. Keputusan mengenai hal diatas diambil oleh Kaprodi. Nilai yang diperoleh mahasiswa akan dicantumkan dalam Kartu Hasil Studi (KHS) sebagai mahasiswa pindahan.

Persyaratan Wisuda

1. Mahasiswa hanya dapat diwisuda apabila yang bersangkutan telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademis dan administratifnya.
2. Kewajiban akademis berkenaan dengan penyelesaian semua tuntutan kurikulum program studi yang diikuti.
3. Kewajiban administrasi mahasiswa yaitu menyelesaikan semua tanggung jawab berkenaan dengan Perpustakaan yang dibuktikan dengan keterangan dari Kepala Perpustakaan, menyelesaikan administrasi keuangan yang dibuktikan dengan keterangan dari Kepala Bagian Keuangan dan membayar uang wisuda.
4. Mahasiswa dinyatakan lulus apabila mencapai IPK minimal B.
5. Yudisium Cum Laude hanya diberikan bila mahasiswa menyelesaikan studi tidak lebih dari 8 semester.


Cetak